What A Day!

11 Juni 2020 rasanya merupakan hari dimana segala usaha, kerja keras, keringat, emosi, waktu, dan materi akhirnya terbayarkan. Tepat empat tahun lalu, perjalanan tersebut dimulai. Satu hal yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya, dapat menuntut ilmu di salah satu kota besar di Indonesia. Mungkin terlihat sederhana, namun, hal tersebut menjadi hal besar bagi saya yang sebelumnya menghabiskan masa kecil hingga SMA di daerah pedesaan. Tidak banyak cerita menarik yang dapat saya bagikan, beberapa hanya sederhana, namun berharga. Layaknya mahasiswa normal lainnya, banyak hal yang umumnya terjadi dalam dunia perkuliahan selama empat tahun belakangan. Dinamika kehidupan kampus membentuk saya menjadi saya pada saat ini.

Akhir dari perjalanan itu dimulai ketika pengumuman mengenai sidang karya akhir mulai bermunculan melalui surat elektronik para mahasiswa. Saya belum mendapat giliran. Februari 2020, kala itu. Nahas, terjadi pandemi yang bermuara pada dirumahkannya seluruh kegiatan dan diharuskannya pemberlakuan karantina diri di rumah masing-masing. Mahasiswa yang belum mendapat giliran sidang harus menunggu hingga beberapa bulan ke depan bergantung kepada situasi dan kondisi yang terjadi.

Menyelesaikan studi di tengah pandemi yang terjadi pada awal tahun 2020 hingga pada saat saya menulis ini merupakan suatu hal yang tentunya tidaklah diharapkan. Tatkala Juni tiba, kondisi yang sedang diset oleh pemerintah dikenal dengan "New Normal", yakni melakukan keseharian normal dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan secara ketat. Protokol yang ditetapkan kampus hanya membolehkan beberapa mahasiswa yang mendapat giliran sidang dan dosen yang diplot sebagai penguji yang dapat berada di area kampus dalam satu hari.

Ketika saya masih menduduki bangku semester bawah, santer terdengar kabar bahwa menjelang hari penyidangan akhir hingga hari-H penyidangan pasti akan ada saja masalah-masalah unik yang terjadi. Ah, tentu saja saya tidak percaya, cenderung menggampangkan. Hingga akhirnya muncullah masalah tersebut menjelang hari penyidangan akhir saya. Penjadwalan sidang yang dikeluarkan oleh manajemen kampus menarik perhatian saya ketika menemukan satu nama dosen penguji yang cukup ditakuti di jurusan saya ambil (akuntansi), berada satu baris lurus dengan nama saya bersama dengan satu dosen lagi, yang berarti saya akan diuji oleh mereka. Bergegas saya menghubungi dosen pembimbing untuk mengabari  dan memastikan bahwa beliau dapat hadir menemani saya pada hari penyidangan nanti. "Saya tidak bisa, ada mengajar pada tanggal dan jam tersebut," merupakan jawaban yang saya dapatkan. Boom! pikiran saya meledak. Berada pada kondisi tersebut, entah mengapa saya merasa antara panik dan tak panik setelah mengingat pesan dosen pembimbing untuk menguasai latar belakang dan teori penelitian yang saya gunakan. Niscaya, sidang akan berjalan dengan baik. Sempat ciut dan berpikiran untuk mengalasankan pengunduran sidang karena tidak dapat hadirnya dosen pembimbing —dengan harapan dosen penguji akan diganti. Namun, terdapat catatan pengumuman dari kampus yang menuliskan bahwa "sidang akan tetap dilanjutkan walaupun dosen pembimbing berhalangan hadir". Sial. Tapi, jujur saja, kepanikan yang saya rasakan sebenarnya tidak memiliki dasar yang kuat, karena saya belum pernah diajar langsung oleh dosen penguji yang paling dihindari (selanjutnya kita sebut sebagai "DPPD") itu, saya hanya mendengar kabar dari orang sekitar tanpa pernah merasakan secara langsung.

Setelah meneguhkan hati —untuk merelakan dan menghadapi masalah tersebut— saya menyiapkan diri dan berbagai hal yang diperlukan nantinya. Sebenarnya, ada satu hal lagi yang menjadi penambah masalah, yakni ketidakkompatibelan laptop yang saya gunakan dengan aplikasi Mendeley (biasa digunakan untuk penyusunan referensi dan sitasi dalam karya ilmiah). Jika kalian sedang atau pernah menyusun karya ilmiah, pasti cukup familier dengan aplikasi ini. Hal tersebut harusnya tidak menjadi masalah lagi karena telah saya atasi dengan meminjam perangkat milik teman, hanya saja pada hari-H, ada satu dan lain hal yang pada akhirnya membatalkan proses peminjamannya.

Jadilah saya, yang tanpa ditemani dosen pembimbing; disidang oleh DPPD; dan tanpa perangkat yang mendukung. Dengan menerapkan prinsip YOLO (You Only Live Once) yang singkatnya dikenal sebagai "nekat", saya maju menghadapi sidang dengan menyiapkan antisipasi ketika ditanya mengenai perangkat yang tidak mendukung tersebut. Hari itu, siangnya, saya sempat berpapasan dengan dosen pembimbing yang tengah berada di ruangannya —selepas beliau menyidang mahasiswa lain pada pagi harinya.

Ruangan sidang masih sepi ketika saya tiba dan mulai menyiapkan presentasi, hanya ada sebotol hand sanitizer dan papan nama bertuliskan "dosen penguji 1", "dosen penguji 2", dan "dosen pembimbing" yang diset berjauhan sesuai protokol kesehatan, peserta sidang memang diperbolehkan masuk 15 menit lebih awal. Tempat duduk DPPD itu berada tepat di depan saya. "Mati saja aku," gumam saya. Ketika jarum jam menunjuk angka sepuluh, tibalah saat sidang dimulai. Dosen penguji berjalan menyusuri lorong menuju ruangan sidang tatkala saya tengah berlatih presentasi. Pintu dibuka, dan tebak apa? Dosen pembimbing saya hadir! Sepertinya beliau mengajar kelas online sembari menemani sidang saya, siang itu. Terima kasih, Tuhan. Dan tebak apa lagi? DPPD itu belum datang, sepertinya terlambat.

Sidang dibagi menjadi tiga sesi : presentasi, tanya jawab, dan pemutusan kelulusan. Sesi pertama segera dimulai tanpa menunggu sang dosen yang terlambat. Sekitar sepuluh menit kemudian, pintu ruangan kembali dibuka. Masuklah sosok dosen yang tidak asing bagi saya —karena sewaktu berorganisasi di UKM Litbang dulu cukup sering berhubungan dengannya. Ternyata beliau menggantikan sang DPPD sebagai penguji! Terima kasih lagi, Tuhan. Berbekal dua energi positif itu, saya menyelesaikan sesi pertama dengan cukup baik, begitu pula sesi kedua. Selanjutnya, memasuki sesi ketiga, saya diminta menunggu di luar ruangan agar para dosen dapat berdiskusi perihal keputusan sidang. Lewat lima menit kemudian, dipanggillah kembali saya ke ruangan. Dinyatakan lulus tentunya. Tidak bersalaman dan mengambil potret dengan para dosen merupakan protokol yang ditetapkan pihak kampus. Sedih.

Syahdan, mengabari orang tua adalah hal yang saya segerakan setelah itu. Saya percaya, dibalik keberuntungan saya hari itu, sedikit banyak adalah karena doa mereka. Satu tahap lagi telah saya lewati untuk membahagiakan mereka. Terima kasih, Mami dan Bapak.

Dan, untuk salah satu orang yang namanya tertulis di kata pengantar,
"Hai, akhirnya aku menyelesaikan apa yang waktu itu banyak aku ceritakan, tumpahkan, dan keluhkan padamu! Terima kasih telah hadir dalam prosesnya. Sehat dan bahagia selalu, ya."

Entah pikiran saya sudah teracuni oleh konspirasi-konspirasi —karena seringnya membaca perihal tersebut. Saya rasa hari itu terjadi banyak sekali konspirasi, dan syukurlah merupakan konspirasi baik.

Saya selalu percaya, hidup kita terdiri dari gabungan konspirasi baik-buruk yang telah diset dengan seimbang. Ada hal baik yang dapat diambil dari kejadian buruk, pun ada hal buruk yang harus diwaspadai dari kejadian baik.

Jaga kesehatan, ya.

UKM Litbang, Lebih dari Sekadar Organisasi Bagian 2


Bus menghentikan laju di depan pintu masuk perusahaan. Kala itu, gelap telah menelan sebagian besar cakrawala. Syukurlah, pihak perusahaan menolerir keterlambatan kami. Acara berjalan sebagaimana terjadwal. Satu-satunya hal yang memenuhi pikiran saya ketika itu adalah bagaimana perjalanan pulang nantinya? Pukul berapa kami akan tiba nanti?

Jarum pendek mendekati angka tujuh tatkala kami berpamitan dan menyampaikan banyak terima kasih kepada pihak perusahaan atas kemafhuman akan kondisi kami. Layar ponsel berhias estimasi waktu perjalanan dari Google maps kembali menjadi pusat perhatian saya selama perjalanan pulang. Dengan dirundung banyak ketidaktenangan, saya tetap berusaha terlihat tenang dan menenangkan teman-teman panitia lainnya. Begitulah memang seharusnya, menurut saya. Jam digital di ponsel saya tiba di angka 23.02 ketika bus hampir sampai di depan gedung kampus. Hampir tengah malam. Seraya menyiapkan permintaan maaf kepada seluruh peserta, saya menyadari bahwa sekarang ini saya tidak dapat bergantung kepada para senior lagi seperti tahun-tahun sebelumnya. Kini, saya lah yang menjadi tembok bagi teman-teman panitia dan merupakan orang nomor satu yang bertanggung jawab atas segala ketidaklancaran acara. Bergegas saya berjalan menuju tempat duduk paling depan. Sembari meminta pusat perhatian, saya berterima kasih sekaligus meminta maaf atas hal-hal yang telah terjadi di luar kuasa kami pada hari itu. Walaupun saya tahu, permintaan maaf tersebut rasanya tidak banyak berarti bagi para peserta yang terlanjur kecewa, setidaknya saya mengakui dan berusaha menjelaskan. Syukurlah, kami tiba di kampus dengan selamat. Para peserta pulang ke rumah masing-masing, begitupun kami, para panitia.

Menuju akhir tahun, kami kembali mengadakan acara kedua. Sebuah lomba debat yang menargetkan pesertanya kepada para pelajar SMA. Undangan dan proposal telah selesai dibuat dan siap disebar ke seluruh SMA di sekitar Jabotabek, dengan harapan dapat memenuhi kuota peserta sebanyak delapan tim. Namun, apa mau dikata, hanya tersisa waktu seminggu sebelum acara dimulai, namun kuota peserta tak kunjung terisi barang satu tim pun. Masalah tersebut cukup membuat saya dan teman-teman harus memutar otak untuk mengatasinya. Pilihannya hanya tiga: batalkan, tunda, atau meningkatkan promosi di waktu yang tersisa. Membatalkan acara tentu saja pilihan yang sangat berisiko, selain mencoreng reputasi UKM, tentu saja hal tersebut akan menjadi buah bibir. Pun menunda acara juga merupakan pilihan yang berisiko jika tidak diiringi dengan bertambahnya jumlah tim yang mendaftar. Meningkatkan promosi merupakan pilihan kami pada akhirnya, kerja keras teman-teman panitia tentu harus dihargai dengan berhasilnya acara yang mereka persiapkan. Perlahan namun pasti, usaha kami membuahkan hasil, satu per satu tim mulai mengisi kuota yang tersedia setelah kami menerapkan strategi yang telah disepakati bersama.

Satu minggu berlalu bagai peluru, pada 30 November 2019, acara telah siap dilaksanakan. Matahari yang perlahan meninggi turut mengiringi langkah para kesatria berbaju zirah khas SMA mereka masing-masing.

--Bersambung--

UKM Litbang, Lebih dari Sekadar Organisasi


Perjalanan dimulai tatkala meninggalkan kampung halaman saya, Jambi.
Selama kurang lebih empat belas tahun mengisi masa kecil di provinsi yang terletak di Pulau Sumatera tersebut, saya memutuskan untuk bertandang ke pulau seberang, Jawa, DKI Jakarta tepatnya.

Saya, yang sejak SMA memang menggilai berorganisasi pun berencana mengikuti organisasi ketika mengenyam pendidikan di perguruan tinggi kelak. UKM Litbang kemudian menjadi pelabuhan tempat saya menaruh jangkar selanjutnya. Dengan didasari rasa penasaran   pada UKM dan kakak cantik yang menawari saya   akhirnya saya mengikuti proses wawancara dengan para petinggi di UKM tersebut.

Singkatnya, wawancara dapat saya lewati dengan baik. Tebak apa?
Saya diterima!
Mendapat relasi baru merupakan salah satu hal yang menjadi tujuan saya. Namun, perbedaan kultur pergaulan membuat saya menjadi sulit beradaptasi. Pun sifat pemalu saya menjadi duet yang tepat sebagai komplemen. Sial.

Staf divisi adalah posisi yang saya duduki tatkala saya berada di tahun pertama. Dikepalai oleh seorang kepala divisi yang kritis membuat banyak ide-ide yang saya tawarkan, dipentalkan kembali    yang pada akhirnya membuat saya enggan menyatakan pendapat lagi. Sang kepala divisi mungkin menyadari hal tersebut dan syahdan mengeluarkan pernyataan berupa, "tidak semua ide dan pikiran kalian dapat saya terima, saya perlu memilah ide-ide yang realistis dan dapat diwujudkan. Tolong hal tersebut jangan membuat kalian berkecil hati dan jadi enggan memberi ide lagi." Kelak,  saat menduduki posisi yang lebih tinggi   saya mengerti maksud kalimat tersebut.

Pengalaman yang saya dapat di tahun pertama menjadikan saya memutuskan untuk melanjutkan perjalanan di tahun kedua. Diplot menjadi kepala divisi membuat saya akhirnya mengerti betapa sulitnya menampung ide-ide anggota yang terlampau "kreatif" dan menjelaskan dengan sehalus mungkin tanpa mengecilkan hati mereka. Oh ya, di tahun kedua kali ini, saya sudah lebih terbiasa untuk beradaptasi. 

Menjadi tim inti di dalam suatu organisasi memang memiliki kelebihan dan kelemahannya masing-masing. Semakin tinggi hak yang didapat, semakin tinggi pula kewajiban harus dilaksanakan. Di tahun kedua, saya benar-benar merasakan apa yang dinamakan "menanggung kesalahan bersama-sama".

Sempat terbesit di kotak pikiran saya, perihal naik menjadi ketua di tahun ketiga saya nanti. Ah, yang benar saja. Saya belum cukup memadai dibanding kedua ketua sebelumnya. Saya urungkan niat tersebut. Di penghujung kepengurusan, seorang kawan meyakinkan saya. Bahwa saya adalah saya. Setiap orang punya gaya kepemimpinan dan caranya sendiri.

Dan, ya, nama lengkap saya pun pada akhirnya menghiasi setiap surat dan proposal di UKM Litbang pada tahun ketiga. Mengepalai banyak anggota merupakan hal yang telah saya lakukan semasa SMA, Ketua OSIS kala itu. Namun, sekarang sedikit berbeda. Bagi saya, cakupannya menjadi lebih besar. Tekanan dari atas dan bawah sukses membuat tidur saya menjadi semakin larut di masa-masa awal mempersiapkan acara tahunan untuk menyambut anggota baru. Syukurlah, saya memiliki seorang wakil kepala yang teramat sangat membantu saya. Saya tidak salah pilih.

Tekanan dan masalah tidak hanya muncul sekali saja. Tatkala mempersiapkan rapat program kerja untuk kedepannya, pun sang masalah turut hadir. Syukurlah, sekali lagi saya memiliki tim inti yang membantu saya dengan baik. Rapat kerja berakhir. berbagai acara dan program kerja yang telah kami rancang sedemikian rupa telah siap dijalankan.

Acara pertama, kunjungan perusahaan yang berlokasi di Sukabumi   cukup jauh dari lokasi kami. Segala sesuatu telah siap dieksekusi. Dikarenakan belum pernah menempuh perjalanan langsung menuju Sukabumi, saya mengiyakan waktu perjalanan yang dijadwalkan selama dua jam   dengan berbekal penghitung durasi di aplikasi Google maps. Matahari telah berada di atas kepala ketika kami berangkat menuju Sukabumi. Perlahan bus yang kami tunggangi pun melaju membelah angin.

Hujan mulai menyapu jalanan saat kami tiba di setengah perjalanan, ramainya pasar dan banyaknya truk-truk pengangkut galon air mineral pun turut menghambat laju kami. Menilik layar ponsel menjadi hal yang terus saya lakukan. Estimasi waktu yang tertera di Google maps menunjukkan sekitar satu jam lagi bus akan tiba di tujuan. Syukurlah! Namun, kenyataan berkata lain. Setelah lewat satu jam, bus tak kunjung tiba, masih berkutat di tengah hiruk pikuk ratusan kendaraan yang turut memenuhi jalan. Hal tersebut sukses menghilangkan mood saya. Seraya setengah panik, satu-satunya hal yang dapat saya lakukan   selain menilik Google maps   adalah berdoa untuk kelancaran acara ini.

  Bersambung  

Mengenal Frans Kaisiepo, Pahlawan Nasional dari Papua

Sumber : pahlawancenter.com
Frans Kaisiepo - Semenjak diberlakukannya desain uang Rupiah yang baru di Indonesia, banyak yang bertanya-tanya tentang sosok yang tertera pada uang tersebut. Banyak sosok yang selama ini belum dikenal oleh masyarakat Indonesia secara luas. Salah satunya adalah sosok yang tertera pada uang pecahan 10.000 yang baru. Frans Kaisiepo. Mari mengenalnya lebih dekat.

Lahir di Wardo, Biak, Papua pada tanggal 10 Oktober 1921. Frans Kaisiepo menjadi perwakilan Papua dalam Konferensi Malino di Sulawesi Selatan pada tahun 1946, pada masa pemerintahan Belanda.

Frans Kaisiepo, Pahlawan Nasional dari Papua

Konferensi Malino adalah konferensi dengan tujuan membahas rencana pembentukan negara-negara bagian yang berbentuk federasi di Indonesia beserta rencana pembentukan negara yang meliputi daerah-daerah di bagian Indonesia Timur.

Dalam konferensi ini, Frans Kaisiepo mengusulkan nama Papua diganti menjadi "Irian" yang merupakan singkatan dari Ikut Republik Indonesia Anti Nederlands sebagai bentuk penolakan bergabungnya Papua kedalam pembentukan NIT (Negara Indonesia Timur).

Frans Kaisiepo merupakan salah satu tokoh nasionalis dari papua yang sangat anti-Belanda, bahkan dia menjadi tokoh penting dalam pergerakan anti-Belanda sekembalinya Ia dari Konferensi Malino.

Bahkan dalam Konferensi Meja Bundar (KMB), Frans Kaisiepo menolak ketika dipilih menjadi wakil Belanda untuk wilayah Nugini. Karena sikapnya yang sangat anti-Belanda itu, menyebabkan Ia akhirnya ditangkap dan diasingkan ke daerah terpencil pada tahun 1954-1961.

Frans Kaisiepo

Frans Kaisiepo merupakan Gubernur Papua ke-4 (1964-1973) sekaligus menjadi gubernur pertama yang asli berasal dari Papua ketika Irian Barat diserahkan oleh PBB kepada pemerintah RI pada tahun 1963. Beliau juga pernah menjabat sebagai anggota MPR RI pada 1972. Kemudian pada tahun 1973-1979 diangkat menjadi anggota Hakim Tertinggi Dewan Pertimbangan Agung.

Frans Kaisiepo, Pahlawan Nasional dari Papua

Bandar Udara Internasional Frans Kaisiepo

Frans Kaisiepo meninggal dunia di Biak pada tanggal 10 April 1979, dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Cendrawasih, Biak. Frans Kaisiepo diberikan gelar Pahlawan Nasional pada tanggal 19 Agustus 1993. Namanya kini diabadikan menjadi nama Bandar Udara Internasional Frans Kaisiepo di Biak. Nama Frans Kaisiepo juga diabadikan menjadi nama kapal perang milik TNI Angkatan Laut, yaitu KRI Frans Kaisiepo.
KRI Frans Kaisiepo
Alasan utama mengapa sosok Frans Kaisiepo dipasang dalam uang pecahan 10.000 karena menurut survey Bank Indonesia, uang pecahan 10.000 paling banyak digunakan dalam bertransaksi di masyarakat. Jadi diharapkan masyarakat akan lebih mengenal sosok Frans Kaisiepo karena sering melihatnya di uang 10.000.

Sudah lebih mengenal Frans Kaisiepo? ^_^
semoga artikelnya bermanfaat

Selamat Hari Pahlawan

Sejarah Halloween dan Fakta Unik Tentang Perayaan Halloween


Sejarah Halloween dan Fakta Unik Tentang Perayaan Halloween - Siapa yang tidak kenal dengan Halloween, festival tahunan yang diselenggarakan setiap tanggal 31 Oktober ini berasal dari bangsa Celtic yang merupakan nenek moyang dari bangsa Eropa. Budaya Halloween ini menyebar dengan cepat ke Benua Amerika dan Australia karena dibawa oleh Bangsa Eropa ketika berkelana di benua tersebut.
Kostum-kostum seram menjadi atribut khas dari perayaan Halloween. Anak-anak akan berkeliling ke rumah-rumah sambil mengatakan "Trick or Treat" yang berarti "beri kami coklat atau kami jahili".
Anak-anak boleh menjahili orang-orang yang dianggap pelit.
Jika tidak diberikan coklat, biasanya anak-anak menghiasi pohon "orang pelit" itu dengan tisu toilet.

Penasaran fakta apalagi yang unik seputar Halloween?
Check this out!!
1. Sejarah Halloween
Sejarah Halloween
sumber : freepik.com

Mengapa perayaan Halloween diadakan setiap tanggal 31 Oktober? Karena Bangsa Celtic (pencetus pertama Halloween) percaya bahwa setiap tanggal 31 Oktober pembatas antara orang yang telah meninggal dan masih hidup terbuka. Disaat itu para roh jahat akan keluar dan mengganggu mereka. Itulah yang menjadi alasan utama mengapa kostum seram menjadi atribut khas Halloween. Tujuan penggunaan kostum seram supaya para roh jahat mengira bahwa manusia adalah teman mereka. 

2. Trick or Treat
Trick or Treat
sumber : herald-dispatch.com

Dulunya kalimat tersebut digunakan sebagai mantra untuk menenangkan para roh jahat. Namun sekarang digunakan anak-anak untuk berkeliling mencari coklat dan permen. Awalnya, kalimat Trick or Treat hanya digunakan anak-anak yang kurang beruntung untuk mendapatkan makanan. Seiring berjalannya waktu, sekarang telah menjadi budaya semua orang.

Sejarah Halloween dan Fakta Unik Tentang Perayaan Halloween

3. Lambang Halloween
Simbol Halloween
Sumber : fotogambar.info

Buah labu identik dengan perayaan Halloween. Labu yang biasa diukir menyerupai wajah yang menyeramkan tersebut bernama Jack-o-Lantern. Di dalamnya biasanya ditaruh lilin agar lebih seram. Amerika Utara yang merupakan penghasil labu menjadi pelopor pertama budaya penggunaan labu saat Halloween. Simbol lainnya antara lain Orang-orangan Sawah, Laba-laba, Kelelawar, Drakula, Dll.

4. Jack-o-Lantern
Jack-o-Lantern
Sumber : Kaskus.co.id

Jack-o-Lantern menurut legenda Irlandia merupakan seorang petani malas yang cerdas, dia berhasil menipu iblis agar tidak dimasukkan ke neraka. Namun, dia juga tidak bisa masuk ke surga karena dosa-dosanya. Pada akhirnya arwah Jack-o-Lantern berkeliaran sambil membawa lentera. Legenda itu kemudian menjadi alasan diletakkannya lentera labu seram di depan rumah.

Sejarah Halloween dan Fakta Unik Tentang Perayaan Halloween

Itulah beberapa fakta menarik seputar Halloween,
semoga bermanfaat.

Happy Halloween

Tanda - Tanda Kalian Mengidap Penyakit Pareidolia

Pareidolia - Hai semua, kali ini saya akan berbagi pengetahuan tentang suatu "Penyakit" Psikologis yang bahkan saya sendiri mengidapnya. Coba kalian perhatikan gambar di bawah ini.

Benda-benda Pareidolia

Apa yang kalian lihat?
Jika kalian melihat gambar wajah pada benda-benda tersebut, FIX kalian juga mengidap "Penyakit" layaknya saya.
penyakit ini disebut Pareidolia (baca : par-i-doh-lee-a). Pareidolia merupakan suatu fenomena psikologis yang menyebabkan kita cenderung melihat wajah di tempat-tempat yang tidak biasa, ya seperti pada cangkir kopi kita, mesin cuci, dan benda lainnya.

Apa itu Pareidolia?

Fenomena ini sering dialami oleh banyak orang.
Coba lihat lagi beberapa gambar di bawah ini untuk membuktikan kalian Pareidolia atau tidak.

1. Tas Jinjing
Tes Pareidolia
Benda di atas hanyalah sebuah tas jinjing. Jika kalian mengidap Pareidolia, kalian akan melihat gambar mata, hidung dan mulut pada tas tersebut.

2. Tempat Sampah, Stopkontak
Tes Pareidolia
Benda di samping hanyalah sebuah tempat sampah dan stopkontak yang terlihat seperti wajah (jika kalian mengidap Pareidolia).

3. Paprika Hijau

Tes Pareidolia
Paprika hijau tersebut terlihat memiliki gambar wajah yang menyeramkan, padahal hanyalah paprika biasa.

Apa itu Pareidolia?

4. Setrika
Tes Pareidolia
Gambar berikut ini merupakan sebuah setrika. tombol berwarna merah dan biru terlihat seperti sepasang mata ditambah dengan mulut yang tersenyum lebar.

5. Mobil
Tes Pareidolia
Pareidolia dapat muncul dimana saja, tak terkecuali pada mobil seperti gambar di atas. Mobil tersebut terlihat sedang tersenyum pada pengguna jalan raya bukan?

6. Pusaran Air di Wastafel
Tes Pareidolia
Pusaran air berikut terlihat layaknya mata yang memandang tajam. Namun, tetap saja itu hanyalah sebuah pusaran air di wastafel.

7. Semangka
Tes Pareidolia
Apakah kalian dapat melihat semangka tersebut tersenyum pada kalian?

Bagaimana? Apa yang kalian lihat? Hanya benda-benda biasa atau terdapat wajah yang terselip?
Tenang saja, "Penyakit" ini ternyata bukan merupakan penyakit psikologis akut.

Mengapa Pareidolia bisa terjadi? Sebagian ahli berpendapat bahwa Pareidolia menghasilkan delusi yang melibatkan indra kita terutama indra penglihatan (mata) yang ditentukan oleh dorongan psikologis. Delusi adalah suatu keyakinan yang salah karena bertentangan dengan kenyataan.

Apa itu Pareidolia?

Jadi, singkatnya Pareidolia terjadi karena dorongan psikologis kita yang membuat kita yakin benda di sekitar kita berbentuk wajah, padahal itu hanyalah benda biasa.

Sekian untuk post kali ini.
Semoga bermanfaat.

Sejarah dan Asal-Usul April Mop ( April Fool's Day )

APRIL MOP!

Hari ini tepat tanggal 1 April.
Kali ini saya akan membahas tentang Sejarah dan asal-usul April Mop (Mop diambil dari Bahasa Belanda yang berarti "Lelucon") atau biasa dikenal dengan April Fool's Day.
Tau dong hari dimana kita saling mengusili atau berbohong ke orang lain dengan tujuan iseng atau lucu-lucuan. Tapi, apa kalian tahu? ternyata Sejarah April Mop tidaklah selucu lelucon-lelucon yang dibuat sekarang.

Ada 4 versi Sejarah April Mop dari beberapa negara di dunia.
Yuk mari kita kupas satu per satu Sejarah April's Fool Day!

Check this out!!

1. Sejarah April Mop Versi Perang Salib
Menurut versi ini, April Mop adalah hari kemenangan atas dibunuhnya ribuan umat Islam Spanyol oleh Tentara Perang Salib yang dilakukan dengan cara-cara penipuan.
Pada masa itu, Tentara Salib menipu Tentara Muslim Spanyol dengan mengatakan bahwa Warga Spanyol akan dibebaskan dan dibawa keluar dengan menggunakan kapal. Ini adalah cara tentara salib menipu masyarakat Spanyol.
Mereka (Muslim Spanyol) memang masuk dan dibawa keluar menggunakan kapal, tapi mereka justru dibunuh oleh tentara salib. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 1 April.

2. Sejarah April Mop Versi Prancis
Prancis memperingati April Mop sejak tahun 1582. Saat itu masa pemerintahan Raja Charles IX. Paus Gregory XIII mengubah penanggalan kalender dari yang awalnya 1 tahun terdiri dari 10 bulan menjadi 12 bulan seperti penanggalan Masehi.
Perayaan tahun baru yang awalnya dirayakan dari tanggal 25 Maret sampai 1 April pun dimajukan ke tanggal 1 Januari. Banyak rakyat Prancis yang menentang keputusan ini.
Sejumlah warga akhirnya menetapkan tanggal 1 April sebagai Tahun Barunya.
Tapi malah ditertawakan oleh sebagian masyarakat lainnya yang meledek dengan memberikan lelucon palsu.
Karena selalu diledek, masyarakat Prancis terus bertingkah aneh setiap tanggal 1 April dan menjadikannya sebagai tradisi tahunan. Pada tahun 1782, tradisi ini malah ditiru oleh orang Inggris dan popularitasnya kian meningkat.

3. Sejarah April Mop Versi Spanyol
Spanyol juga punya cerita tentang April Mop. Awalnya Spanyol merayakan April Mop apda tanggal 28 Desember yang disebut Dia de los Santos Inocentes yang berarti Hari April Mop Saints. Tanggal ini diperingati sebagai Hari Anak Tak Bersalah. Sampai pada akhirnya Pemerintah Spanyol mengeluarkan undang-undang baru agar tanggal 28 Desember 1978 diundur sehari supaya tidak dijadikan bahan tertawaan publik.

4. Sejarah April Mop Versi Romawi
Seorang Professor dari Boston University bernama Joseph Boskin mengungkapkan hal yang berbeda. Beliau mengatakan ide April Mop digagas oleh para pelawak Kerajaan Romawi pada masa pemerintahan Raja Constantin I pada abad ketiga sampai keempat setelah Masehi. Awalnya sih, pelawak ini mengajukan petisi kepada Raja untuk mengizinkan mereka menjadi raja untuk sehari. Tak disangka sang Raja setuju dengan petisi ini dan mengangkat salah satu pelawak bernama Jeter menjadi Raja Sehari pada tanggal 1 April. Setelah naik tahta, Raja Jeter meresmikan Tanggal 1 April menjadi hari kemustahilan yang sekarang dikenal sebagai April Mop.

Itulah Sejarah April Mop atau April Fool's Day dari beberapa negara di berbagai belahan dunia, semoga informasinya bermanfaat ya. Hayo, sudah berapa orang yang diisengin hari ini?

Pengalaman Suka dan Duka Menjadi Seorang Blogger


Hai semuanya.
Akhirnya menyentuh blog ini lagi. Setelah sekian lama tidak menulis artikel lagi, kali ini saya tertarik untuk membahas tentang pengalaman suka dan duka menjadi seorang blogger. Agak sedikit dramatis ya? Yuk, langsung lanjut ke topik utama. Saya menulis ini murni menurut sudut pandang saya.

Pengalaman Suka dan Duka Menjadi Seorang Blogger

Enaknya :
1. BEBAS

Ya, kalian bisa dengan bebas menulis berbagai hal yang terbesit dan terlintas di pikiran kalian, bisa cerita, artikel, dan lainnya.
Walaupun bebas, namun tetap berada dalam batasan ya, teman-teman.

2. Dapat Kenalan Baru

Sebagai blogger, tentu perlu saling mengenal satu sama lain dengan blogger lainnya. Pun saya, baru akhir-akhir ini menyadari bahwa bergabung dengan grup blogger lainnya adalah hal penting. Benefit yang akan kalian dapatkan antara lain menjadi tahu istilah-istilah yang sering digunakan dalam dunia blogging, yang mungkin sebelumnya belum kalian ketahui. Contoh nyata yang baru saya rasakan adalah menjadi tahu istilah "BW."

BW adalah singkatan dari Blog Walking, yang jika dibahasakan ke Bahasa Indonesia berarti berjalan-jalan di blog. Blog walking dilakukan dengan mengunjungi blog orang lain untuk membaca artikel yang telah ditulisnya, kemudian orang tersebut melakukan hal yang sama terhadap blog kalian. Dengan semakin sering melakukan blog walking, tanpa disadari kita pun mendapat informasi-informasi baru yang bisa jadi menambah pundi-pundi ide dan wawasan untuk menulis artikel selanjutnya. Bukan menjiplak ya, tapi terinspirasi.

3. Mengisi Waktu Kosong

Menulis blog juga bisa menjadi pekerjaan sampingan untuk mengisi waktu kosong kalian. Dapat kalian lakukan kapan saja, sewaktu sampai atau melakukan apapu. Namun, jika passion kalian memang menulis,  saya rasa akan menjadi pekerjaan utama ya, bukan pekerjaan sampingan. Siapa tahu bisa terkenal dari menulis seperti kak Raditya Dika, yang dulunya mengawali karir menulisnya dari blog sampai menjadi terkenal seperti sekarang. Salut untuk Kak Radit.

4. Menghasilkan Uang

Siapa bilang menulis blog hanya menghabiskan kuota internet dan tidak ada gunanya?
Melalui menulis blog, banyak orang yang bisa mengisi pundi-pundi rupiahnya. Dengan Google Adsense, blog kalian akan disulap menjadi mesin penghasil rupiah.

Google Adsense merupakan iklan yang dipasang oleh Google di blog kalian dan melakukan penghitungan gaji berdasarkan jumlah klik pada iklan tersebut. Namun, ternyata tidak semudah itu untuk memasang Google Adsense, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi untuk bekerjasama dengan Google. Diperlukan usaha ekstra, misalnya dengan menulis artikel-artikel yang berguna dan orisinal.

Jika kalian adalah seorang blogger, saya yakin pasti merasa senang ketika ada orang membaca artikel yang kita buat walaupun pembacanya hanya bertambah sedikit demi sedikit.

Kalian juga dapat melakukan Joint Venture dengan blogger lain. Misalnya, dengan membantu mereka menulis artikel di blog mereka yang telah terdapat Google Adsense, lalu pendapatannya dibagi berdasarkan kesepakatan.


Tidak Enaknya :
1. Membuat Artikel yang Orisinal
Ini bagian pertama dari tidak enaknya menjadi seorang blogger. Kalian harus menahan godaan untuk menjiplak karya orang lain. Menulis artikel orisinal tidak sekadar salin dan tempel saja. Diperlukan riset dan pemikiran sendiri. Setidaknya, kalian merangkum dari beberapa sumber dan menulis menggunakan bahasa kalian sendiri.

2. Mempromosikan Blog

Mempromosikan blog kalian adalah hal yang penting. Selain untuk meningkatkan statistik pengunjung blog kalian, Blog yang sering dikunjungi --karena sering dipromosikan-- akan mempengaruhi penilaian untuk kelayakan Google Adsense nantinya. Sebaiknya, kalian membuat artikel yang SEO Friendly (Search Engine Optimize). SEO Friendly juga salah satu istilah yang saya ketahui dari teman-teman blogger lainnya. SEO Friendly berarti mudah dideteksi oleh mesin pencari, seperti Google, Yahoo, dan lain-lain. Kalian juga dapat memasang iklan untuk mempromosikan blog kalian dengan membayar sejumlah uang kepada Google. Nantinya, blog kalian akan muncul di urutan teratas ketika dilacak oleh mesin pencari Google. Dengan begitu, pengunjung blog kalian pun akan meningkat.

3. Mencari Ide Tulisan

Jila kalian adalah orang yang kreatif, syukurlah. Dapat dipastikan banyak ide berseliweran di pikiran kalian. Kalian dapat melakukan banyak hal untuk mendapatkan ide untuk membuat artikel. Bisa dengan blog walking, melakukan aktivitas, mengunjungi tempat baru, bahkan melamun! Ide dapat ditemukan dimana saja. 

4. Rasa Malas

Malas merupakan musuh besar setiap orang. Entah karena statistik pengunjung yang tidak berubah signifikan atau merasa putus asa --yang berujung malas menulis artikel lagi-- karena tidak kunjung diterima oleh Google Adsense. Rasa malas memang pasti dirasakan setiap orang, namun bukan berarti tidak dapat dilawan. Salah satu cara mengatasinya adalah dengan menetapkan target dan berusaha memenuhinya, misal menulis satu artikel per minggu.

5. Komentar Negatif

Entah diminta ataupun tidak, orang-orang pasti senang mengomentari hal-hal yang ada disekitarnya. Banyak komentar negatif yang telah saya dapatkan dari orang-orang sekitar ketika pertama kali merintis blog ini. Ada beberapa yang pahit, namun tetap saya telan. Cukup tersenyum dan tutup telinga saja, lalu melanjutkan menulis artikel-artikel lainnya. Mungkin kalian punya cara sendiri untuk menghadapi komentar negatif? Coba tulis di komentar ya.


Bagaimana? tertarik menjadi seorang blogger?

Sekian artikel Pengalaman Suka dan Duka Menjadi Seorang Blogger, Semoga bermanfaat.

Lawan Kata Kidal (Penggunaan Tangan dan Sebutannya)


Kalian pasti pernah mendengar kata "Kidal." Ya, kidal adalah kondisi dimana seseorang lebih sering atau dominan memakai tangan atau kaki kirinya untuk melakukan pekerjaan.
Jadi, pengguna tangan kanan disebut apa ya? Penasaran?
Pada artikel kali ini, saya akan mengupas tentang penggunaan tangan kiri dan kanan bahkan keduanya!

Di seluruh belahan dunia terdapat empat golongan dalam kecenderungan penggunaan tangan, mari kita bahas satu per satu:

1. Right-Handedness (Pengguna Kanan)
Right-Handedness merupakan yang paling banyak di seluruh dunia, kira-kira sekitar 70%-90% dari populasi manusia di dunia. Seperti yang kita tahu, pengguna kanan cenderung lebih dominan menggunakan tangan dan kaki kanannya dalam mengerjakan sesuatu seperti menulis, menendang bola, dan kegiatan lainnya. Jika pengguna kiri disebut "Kidal," lantas pengguna kanan disebut apa ya?

Setelah saya kutip dari berbagai sumber, didapatlah fakta bahwa ternyata pengguna kanan disebut dengan "KINAN." Berhubung sedikit sekali artikel yang membahas tentang lawan dari kata kidal, Jadi, saya tulis saja untuk berbagi informasi kepada kalian semua.

Baca Juga : Mengapa Menangkap Lalat Lebih Susah daripada Menangkap Nyamuk?

2. Left-Handedness (Pengguna Kiri)
Lin Dan, Pebulutangkis Tiongkok yang bertangan kidal
Left-Handedness atau bisa disebut pengguna kiri merupakan kebalikan dari Right-Handedness. Jumlahnya sekitar 8%-15% dari populasi manusia di seluruh dunia. Jumlah orang kidal biasanya lebih banyak berjenis kelamin pria dibanding wanita. Jika dihubungkan dengan dominansi otak kanan dan otak kiri, Pengguna kiri diketahui lebih dominan ke otak kanan, dimana otak kanan itu mengatur seni, warna, imajinasi, emosi, kebijaksanaan, dan lainnya. Jadi, bisa disimpulkan orang bertangan kidal lebih unggul di bidang kreativitas dan seni dibandingkan orang kinan.
Beberapa orang kidal yang terkenal :
  • Pemimpin Negara : Barrack Obama, Bill Clinton, Pangeran Charles dan Pangeran William dari Inggris
  • Teknologi : Bill Gates
  • Ilmuwan : Isaac Newton
  • Aktris dan Selebriti : Angelina Jolie, Oprah Winfrey, Tom Cruise, Charlie Chaplin, Justin Bieber
  • Olahragawan : Diego Maradona, Lionel Messi, Angel Di Maria, Christian Gonzales (Sepakbola), Lin Dan, Fu Haifeng (Badminton), Valentino Rossi (MotoGP)
Otak Kiri vs Otak Kanan
Baca Juga :Cara Membedakan Kemeja Pria dan Wanita yang Jarang Diketahui 

3. Mixed/Cross-Handedness (Berlawanan Dominan)
Rafael Nadal, seorang Cross-Handedness
Mixed/Cross-Handedness merupakan jenis pengguna tangan yang punya keahlian berbeda untuk tangan yang berbeda. Misalnya, ketika menulis lebih senang menggunakan tangan kiri, sedangkan ketika melempar bola lebih senang menggunakan tangan kanannya, atau sebaliknya. Kemampuan seperti ini biasanya didapatkan karena dilatih terus-menerus.

Singkatnya, jenis ini merupakan orang yang dominan menggunakan tangan kanan untuk mengerjakan suatu tugas, dan dominan menggunakan tangan kiri untuk mengerjakan tugas lainnya.
Cross hand berbeda dengan Ambidex, dewasa ini masih banyak yang mengira bahwa keduanya adalah sama. Sebagian besar manusia yang menjadi seorang cross handedness disebabkan karena kecelakaan.

Beberapa orang dengan Cross Hand :
  • Olahragawan : Donovan Mcnabb (Pemain NFL), Rafael Nadal (Tenis) sebenernya kanan tapi pas main tenis pakai tangan kiri, Joe Hart (Sepak Bola), Cesc Fabregas (Sepak Bola)
  • Musisi dan Seni : Beethoven (Komposer)
  • Ilmuwan : Albert Einstein
Tidak Kalah Menarik : Mitos Baju Merah + Petir = Kesambar??
4. Ambidexterity (Pengguna Kanan-Kiri)

Ambidexterity merupakan jenis pengguna tangan yang dapat menggunakan kedua tangannya (kanan maupun kiri) untuk melakukan suatu pekerjaan dengan sama baiknya. Misalnya dapat menulis dengan baik dengan tangan kanan maupun tangan kirinya. Seorang ambidexterity sangat sulit ditemukan, diperkirakan kaum mereka hanya mencakup sekitar 0,5% dari seluruh populasi manusia di dunia atau mungkin hanya 1 orang dari 99%. Mereka yang terlahir sebagai "ambidexterity murni" disebut Penwald Ambidexterity. Untuk menjadi seorang Ambidexterity ternyata dapat dilakukan dengan berlatih terus-menerus.
Hal ini dilakukan oleh Billy Wagner, seorang Pitcher MLB.
Billy Wagner, seorang Ambidexterity
Ia sebenarnya melempar bola dengan menggunakan tangan kanannya. Namun, dikarenakan tangan kanannya didera cedera, Billy pun melatih tangan kirinya untuk dapat melempar bola sama baiknya dengan tangan kanannya. Lemparan kidalnya bahkan dapat mencapai kecepatan 100 mph!
James Abram Garfield, seorang Penwald Ambidexterity

Contoh Ambidexterity lainnya adalah Michael Beasley, David Lee (Pemain Basket NBA), Robert Baden-Powell (Bapak Pandu Sedunia), Leonardo da Vinci (Seniman), Benjamin Franklin (Ilmuwan).

James A. Garfield yang merupakan Presiden Amerika Serikat ke-20 tergolong sebagai Penwald Ambidexterity. Beliau dapat menuliskan bahasa Latin dengan tangan kiri dan menuliskan bahasa Yunani dengan tangan kanannya secara bersamaan.

Sekian post kali ini, semoga bermanfaat.


Mengapa Lalat Susah Dipukul

Mengapa Lalat Susah Dipukul
Pernah nangkepin lalat ga guys??
kalo pernah, berarti kalian kurang kerjaan :v
wkwkwk ga ga, pernah kebayang ga sih kenapa nangkep lalat lebih susah daripada nangkep nyamuk?
padahal kan lalat lebih gemuk daripada nyamuk terbangnya lebih lambat dong ya? hahaha.
langsung cuss aja biar ga penasaran..
Ini Lalat
Pernah dong liat hewan di samping ini? kalo sering, berarti kalian jarang mandi yee..
Lalat yg biasa identik dengan tempat-tempat kotor dan bau ini sangat susah kalo mau ditepok, sampai pada suatu hari, Penelitian dari California Institute of Technology (Caltech) yang dipimpin oleh Michael Dickinson, seorang professor di bidang bioengineer menemukan jawabannya.
Ternyata sebelum lalat itu melompat dan terbang, dia udah memperhitungkan lokasi ancaman yang datang padanya guys, terus dia buat rencana pelarian.
Pernah merhatiin gak kalo lalat lagi hinggap di suatu tempat, dia menggosok-gosokkan kaki-kaki nya, itu dia lagi ngebersihin diri guys, tapi kalo dia ngelihat alat tepokan lalat, hal yang pertama kali dia lakuin adalah berhenti gerak. Trus, otaknya mengkalkulasi dari mana tepokan nya bakal datang, kemudian dia bakal gerakin kaki dan badan ke posisi baru supaya pas dia lompat, bakal ngejauh dari tepokan. 


Pas sebelum lalat melompat, dia sebenarnya menaikkan sayap dg hati-hati, jadi pas dia lompat bisa dikoordinasiin dengan gerakan terbangnya.


Mengapa Lalat Susah Dipukul

kecepatan terbang lalat yaitu 5 mil/jam atau sekitar 8,05 km/jam. Tapi, pas lagi terancam, tiba-tiba bisa melesat dg kecepatan sampai 15 mil/jam atau sekitar 24,1 km/jam.

Dikasih sayap jadi lalat ini wkwkwk
Ribuan Lensa di Mata Lalat














Lalat punya mata majemuk yang terdiri dari ribuan lensa (Ommatidia). Masing-masing lensa bisa mendeteksi cahaya secara terpisah guys, Jadi lalat bisa ngelihat ke segala arah, depan, belakang, samping, atas, bawah. Juga dengan mudahnya mendeteksi setiap gerakan. Lalat juga ga punya kelopak mata. Jadi dia selalu siaga, soalnya matanya selalu kebuka.

Jadi, alasan susahnya nepokin lalat, karena kemampuan lalat berpikir dan merencanakan pelarian lebih cepat dari kita yang mau nepok nih wkwkwk..

Baca Juga : Cara Membedakan Kemeja Pria dan Wanita

Mengapa Lalat Susah Dipukul

Nambah pengetahuan baru lagi kan?? sekian post kali ini, semoga bermanfaat ~~

Perbedaan Kemeja Pria dan Wanita yang Jarang Diketahui


Gambar apa itu guys??
itu perbedaan letak kancing pada kemeja laki-laki dan perempuan. Dari kalian ada yang nyadarin juga ga guys? kalo ga percaya coba deh cek kemeja kalian ama kemeja lawan jenis kalian, dijamin pasti beda wkwkwk..
Kancing pada kemeja laki-laki berada di sebelah kanan, sedangkan perempuan berada di sebelah kiri, koq gitu ya??
Ada beberapa teori nih guys tentang perbedaan itu, yuk cuss

1.Teori Pertama
coba perhatiin guys
Waktu itu masih di masa Renaissance dan Victorian di Eropa. Waktu itu pakaian bangsawan wanita memiliki banyak lapisan, jadi para bangsawan wanita nya lebih sering dibantu dipakein baju ama pembantunya. Kancing di sebelah kiri tu biar lebih mudah bantu majikannya mengancingkan baju. Sedangkan yang Pria lebih sering memakai baju sendiri tanpa dibantu, jadi kancingnya ada di sebelah kanan supaya lebih mudah.

2.Teori Kedua
Kalo yang ini berasal dari masa waktu Pria masih membawa senjata kemana-mana, kayaknya masa ksatria-ksatria gitu deh. Diasumsikan Pria memegang senjata pake tangan kanan, jadi posisi kancing di sebelah kanan lebih memudahkan Pria buat ngambil senjata yang ada di dalam baju.

3.Teori Ketiga

Teori ini menyebutkan alasannya adalah menyusui bayi. Wanita biasanya menggendong bayi dengan posisi di sebelah kiri. Kancing berada di sebelah kiri pastinya lebih mudahin mereka buat (buka kancing baju) nyusuin bayinya dan membuat tangan mereka tetap aktif bergerak.
4.Teori Keempat
Industri Garmen
Agar lebih memudahkan industri Garmen (Pakaian Jadi) untuk bekerja, supaya kemeja laki-laki dan perempuan ga ketuker pas pembuatan dan distribusi.

5.Teori Kelima
Teori yang kelima ini agak menyedihkan guys. asalnya dari arti filosofis letak kancing wanita di sebelah kiri, jadi wanita kan perlu memakai tangan kirinya buat mengaitkan kancing, tangan kiri ini dianggap sebagai tangan yang lebih lemah dari tangan kanan, menandakan status wanita lebih rendah daripada pria.


Dari kelima teori di atas, gw rasa yang paling masuk akal itu teori 1 sampai 3, (Menurut Gw).
sadar ga selama ini perbedaannya guys ? ^_^
so, guys. Nambah wawasan baru kan ? tunggu posting selanjutnya ya ..
sekian post kali ini, semoga bermanfaat ~~